Banten

Iran vs AS Memanas: Selat Hormuz Disegel Lagi, Jalur Logistik Global Terputus Malam Ini

Abdurahman | 18 April 2026, 19:50 WIB
Iran vs AS Memanas: Selat Hormuz Disegel Lagi, Jalur Logistik Global Terputus Malam Ini
Donald Trump dan Selat Hormuz yang disegel Malam Ini (Istimewa)

AKURAT BANTEN – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik nadir yang paling mengkhawatirkan.

Terhitung mulai malam ini, Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz—jalur perdagangan energi paling strategis di planet bumi.

Langkah ini menjadi pukulan telak bagi perdagangan global setelah negosiasi antara Teheran dan Washington menemui jalan buntu yang mematikan.

Ketegangan ini bukan lagi sekadar perang urat syaraf. Dengan pengumuman "Tak Ada Ampun bagi AS", Iran secara efektif memutus urat nadi logistik dunia, membuat ribuan kapal tanker kini terkatung-katung di lautan tanpa kepastian.

Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz, NATO Kena 'Tampar' Donald Trump

Gagalnya Diplomasi: "Bahasa Ancaman" Trump Dibalas Blokade

Pemicu utama penyegelan kembali selat ini adalah kegagalan dialog di Islamabad.

Pihak Iran menuduh Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Donald Trump, tetap bersikeras melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menanggapi tekanan tersebut, Teheran memilih opsi nuklir dalam diplomasi ekonomi: menutup Selat Hormuz. Juru bicara pemerintah Iran, Khatibzadeh, menyatakan bahwa kesabaran strategis mereka telah habis.

Dunia harus memahami bahwa keamanan navigasi di Selat Hormuz bersifat timbal balik. Anda tidak bisa melaparkan rakyat kami dan berharap jalur energi Anda tetap aman. Hari ini, kami membuktikan bahwa gertakan Washington tidak akan pernah bisa membeli kedaulatan Iran.— Khatibzadeh, Pejabat Tinggi Teheran

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Lagi, 2 Kapal Pertamina Akhirnya Bisa Jalan, Ini Dampaknya

Malam Ini: Jalur Logistik Global Terputus

Dampaknya instan dan mengerikan. Malam ini, pusat-pusat logistik dari Singapura hingga Rotterdam mulai menghitung kerugian. Penutupan ini berarti:

  1. Pasokan Minyak Terhenti: Sekitar 21 juta barel minyak per hari kini "terjebak", tidak bisa keluar menuju pasar global.

  2. Kekacauan Rantai Pasok: Kapal-kapal kargo pengangkut komoditas penting terpaksa memutar arah melalui rute yang jauh lebih mahal dan memakan waktu.

  3. Panic Buying: Isu kelangkaan energi mulai memicu lonjakan harga di pasar berjangka internasional.

Baca Juga: Terungkap! Ini Pihak yang Berpotensi Hancurkan Blokade AS di Selat Hormuz

Prediksi Harga Minyak: Menuju Angka yang Tak Terbayangkan

Para analis energi di Wall Street memprediksi bahwa jika penyegelan ini berlangsung lebih dari 48 jam, harga minyak mentah dunia bisa melonjak melewati $120 per barel.

Bagi negara importir minyak seperti Indonesia, ini adalah sinyal bahaya bagi APBN dan harga BBM di tingkat pengecer.

Militer Iran (IRGC) dikabarkan telah menyiagakan armada kapal cepat dan sistem rudal pesisir di sepanjang titik tersempit selat tersebut.

Pesannya jelas: setiap upaya kapal perang asing untuk menerobos tanpa izin akan dianggap sebagai tindakan perang.

Baca Juga: Minyak Dunia Jatuh 10 Persen, Iran Buka Selat Hormuz, Pasar Langsung Berbalik Arah

Siapa yang Akan Berkedip Lebih Dulu?

Dunia kini menanti reaksi balasan dari Gedung Putih. Apakah AS akan meluncurkan operasi militer untuk membuka paksa selat tersebut, ataukah mereka akan melunak di meja perundingan?

Yang pasti, malam ini, ekonomi dunia sedang berada di tepi jurang yang sangat dalam. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman